Cara Pemancangan di Laut Sesuai Standar

Pemasangan tiang pancang di laut adalah proses memasukkan tiang pancang ke dalam tanah di bawah permukaan air untuk mendukung konstruksi di atasnya. Pemasangan tiang pancang di laut memerlukan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengawasan yang cermat oleh jasa pancang agar sesuai dengan standar yang berlaku. Oleh sebab itu, cara pemancangan di laut harus sesuai dengan standar yang berlaku dan juga pemilihan tiang pancang untuk infrastruktur di laut yang tepat.

Apa Itu Pemasangan Tiang Pancang di Laut

cara pemancangan di laut

Untuk membangun struktur di atas air, orang menggunakan pemasangan tiang pancang di laut sebagai salah satu metode konstruksi. Misalnya seperti jembatan, dermaga, atau tanggul laut. Pemancangan ini bertujuan untuk memberikan pondasi yang kuat dan juga stabil untuk menahan beban dan gaya yang bekerja pada struktur tersebut.

Cara untuk melakukan pemasangan tiang pancang di laut adalah dengan memasukkan tiang pancang ke dalam tanah di bawah permukaan air.

Tiang pancang adalah elemen struktural yang berbentuk silinder, persegi, atau segiempat lainnya, yang terbuat dari beton bertulang, baja, atau kayu. Palu yang terpasang pada ponton (kapal apung) kemudian memukul tiang pancang sesuai dengan rencana pemancangan.

Pemasangan tiang pancang di laut memerlukan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengawasan yang cermat agar sesuai dengan standar yang berlaku. Pemancangan juga harus memperhatikan aspek teknis, lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya dari lokasi proyek. 

Selain itu, pemasangan tiang pancang di laut harus mendapatkan izin dari pihak berwenang terkait. Di antaranya seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan juga Perumahan Rakyat.

Dasar Peraturan Standar Cara Pemasangan Tiang Pancang di Laut

Beberapa peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang penyelenggaraan bidang kelautan dan juga perikanan menjadi dasar dari standar cara pemasangan tiang pancang di laut. Termasuk juga penataan ruang laut, dan reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Beberapa peraturan yang relevan terkait cara pemasangan tiang pancang di laut antara lain:

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2021. Aturan ini membahas tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan juga Perikanan. Permen ini mengatur tentang kriteria dan persyaratan pendirian, penempatan, dan/atau pembongkaran bangunan dan juga instalasi di laut, termasuk tiang pancang.
  2. Peraturan nomor 28 Tahun 2021 dari Menteri Kelautan dan juga Perikanan. Aturan ini berkaitan dengan Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut. Juga, aturan ini mengatur tentang perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pengawasan, dan pembinaan penataan ruang laut, termasuk pemasangan tiang pancang di laut.
  3. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17/PERMEN-KP/2013. Yakni yang berkaitan dengan Perizinan Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Aturan ini mengatur tentang izin lokasi untuk kegiatan reklamasi yang melibatkan pemasangan tiang pancang di laut.

Cara Pemancangan di Laut

Ada empat tahapan utama dalam pemasangan tiang pancang di laut.

1. Perencanaan

  • Tahap ini melibatkan pengumpulan data tentang lokasi, desain, dan spesifikasi proyek. Untuk proses ini, kita memerlukan beberapa data, seperti peta topografi, survei hidrografi, analisis geoteknik, studi lingkungan, dan juga perhitungan struktur.
  • Tahap ini juga mencakup pemilihan jenis tiang pancang yang sesuai seperti beton bertulang, baja, atau kayu. Termasuk dengan metode pemukulan yang efektif, seperti palu diesel, palu hidrolik, atau palu vibrasi.

2. Persiapan

  • Dalam tahap ini melibatkan pengadaan dan pengangkutan material serta peralatan yang di butuhkan untuk pemancangan. Kita memerlukan beberapa material, seperti tiang pancang, geotekstil, batu kosong, beton siklop, dan juga conblock.
  • Kita memerlukan beberapa peralatan, seperti ponton (kapal apung), crane (alat angkat), palu (alat pemukul), dan juga theodolite (alat ukur sudut). Termasuk juga jangkar, tug boat (kapal penarik), dan mini boat.

3. Pemancangan

Tahap ini melibatkan proses memasukkan tiang pancang ke dalam tanah dengan menggunakan palu. Berikut adalah cara melakukan pemancangan di laut:

  • Pemancangan Langsung

Menggunakan tiang pancang yang memiliki panjang sesuai rencana, proses ini melibatkan pemukulan tanpa perlu menyambungnya. Crane mengangkat tiang pancang dari ponton service (kapal bantu) ke ponton pancang (kapal utama) yang telah di posisikan sesuai rencana.

  • Pemancangan Bertahap

Proses ini dilakukan dengan memukul tiang pancang yang memiliki panjang lebih pendek dari rencana dan perlu disambung dengan tiang lainnya. Tiang pancang pertama diangkat dan dipukul seperti proses pemancangan langsung. Tiang pancang kedua diangkat dan disambung dengan tiang pertama menggunakan las atau baut.

4. Penyelesaian

Tahap ini melibatkan proses pengecekan kualitas dan ketepatan hasil pemancangan. Cara yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Pengujian Statis

Pelaksanaan proses ini adalah dengan mengukur kapasitas dukung tiang pancang dengan menggunakan alat uji beban statis. Alat ini terdiri dari jack hidrolik yang menimbulkan beban pada kepala tiang pancang dan juga alat ukur perpindahan vertikal.

Pengujian dapat menentukan nilai ultimate bearing capacity (kapasitas dukung maksimum) dan allowable bearing capacity (kapasitas dukung aman) dari tiang pancang.

  • Pengujian Dinamis

Proses ini dilakukan dengan mengukur perilaku tiang pancang selama dan setelah pemukulan dengan menggunakan alat uji beban dinamis. Alat ini memiliki sensor akselerometer dan strain gauge yang dipasang pada kepala tiang pancang dan kabel yang menghubungkannya dengan komputer.

Pengujian dinamis dapat menentukan nilai blow count (jumlah pukulan per satuan panjang) dan driving resistance (tahanan pemukulan). Termasuk toe resistance (tahanan ujung bawah), dan skin friction (gesekan samping) dari tiang pancang.

Baca juga: Pancang Hidrolik vs Pancang Drop Hammer.

Dengan memahami cara pemancangan di laut mengikuti prosedur pemancangan yang tepat, kita dapat menjaga keberlanjutan struktur di laut. Bahkan turut mendukung keberhasilan proyek konstruksi di wilayah perairan. Keamanan dan kualitas adalah dua aspek kunci yang harus selalu menjadi prioritas dalam pemasangan tiang pancang di laut. (Ditulis oleh jasapancang.id).

Scroll to Top